Tampilkan postingan dengan label jawa timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jawa timur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Unknown

Pantai Klayar Pacitan




Satu lagi pesona wisata Pacitan yang dikenal dengan Julukannya Kota 1001 Goa. Walaupun julukan itu membuat Pacitan identik dengan keberadaan Goa, yaitu Goa Gong, Tabuhan, Putri, Luweng Jaran tetapi pacitan juga menawarkan exotisme Pantainya. Selain pantai Teleng Ria yang berada di pusat kota, masih banyak pantai di Pacitan yang memiliki keindahannya, salah satunya adalah pantai  Klayar.
Pantai Klayar terletak di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Asal nama Pantai Klayar sendiri berasal dari kata “klayar-kluyur” yang artinya jalan-jalan. Mungkin dikarenakan pantai ini menjadi tujuan dari orang yang ingin berlibur atau jalan-jalan. Lokasinya berjarak sekitar 35 kilometer ke arah barat dari kota Pacitan,  Kecamatan Donorojo sendiri adalah Kecamatan yang menjadi pintu masuk Pacitan dari arah Solo dan Jogjakarta. Jadi Pantai ini berada di pinggiran kawasan pacitan, tapi dekat dari akses transportasi yang berasal dari Solo dan Jogjakarta.

Panorama khas pantai-pantai di pesisir selatan Pacitan adalah pantai dengan ombak yang tinggi khas dari Samudera Hindia yang terus-menerus menggerus tebing kapur yang berjajar membentang dipesisir pantai. Komposisi laut samudera hindia dan wilayah karst inilah yang membentuk batuan-batuan exotis yang  berada di tepi pantai.  Itulah yang akan Anda temukan di Pantai Klayar. Tebing batu kapur dengan kemiringan tajam seperti menjenguk laut, memerhatikan dengan seksama lidah-lidah ombak berkejaran di pasir yang lembut. tebing kapur di sisi kanan dan kiri pantai, yang satu berwarna gelap, dan satunya lagi kehijauan mirip sebuah tower penjaga. di antaranya batu karang besar menyembul dari perairan dangkal dan akan mengingatkan anda dengan exotisme Tanah Lot di Bali.

Pantai Klayar masih menyisakan fenomena alam lain berupa air mancur laut. Air mancur tersebut terbentuk dari gigisan abrasi yang menjebak air pasang ke dalam celah karang. Gua karang tersembunyi di dalam air. Tekanan ombak diteruskan oleh air sehingga menekan sebagiannya membentuk air mancur tegak lurus melewati celah kecil di bagian atas permukaan karang. Ketinggian air mancur laut itu bisa mencapai sepuluh meter dan menimbulkan gerimis. Penduduk setempat meyakini gerimis itu berkhasiat sebagai obat awet muda. Sayang, tidak dijelaskan dari mana mitos ini berasal.




Read More
Unknown

Goa Gong



Goa Gong merupakan salah satu wisata andalan yang berada di daerah Pacitan. Goa Gong ini selain tempat wisata andalan Jawa Timur juga merupakan stalaktit dan stalagmite terindah se- Asia Tenggara. Goa Gong terletak di desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan dan untuk menuju ke lokasi ini dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Para pengendara harus berhati – hati karena jalan yang berliku dan naik turun serta sebagian jalan juga ada yang mengalami kerusakan.

Dinamakan Gua Gong karena menurut cerita yang beredar, dari dalam gua ini sering terdengar bunyi-bunyian yang menyerupai suara gong. Proses ditemukannya Gua Gong sendiri terjadi secara tidak sengaja. Alkisah, pada suatu ketika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga di Dusun Pule terjadi kekeringan. Air sangat sulit untuk diperoleh. Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo berinisiatif untuk mencari air ke dalam gua yang ada di tempat itu. Dengan menggunakan obor yang terbuat dari daun kelapa kering yang diikat, mereka mecoba menelusuri lorong-lorong gua. Setelah menghabiskan tujuh ikat obor, mereka menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya. Penemuan itu terjadi sekitar tahun 1930.

Goa Gong terbagi dengan banyak ruangan, seperti ruang sendang Bidadari yang berupa seperti kolam dan airnya dingin dan bersih,ruang bidadari yang konon di tempat ini kadang melintas bayangan wanita cantik menyerupai bidadari, ruang Kristal dan marmer dengan kualitas yang mendekati sempurna,ruang seperti lapangan,ruang pertapaan (semedi), dan ruang Batu Gong yang terdapat batu – batu jika kita tabuh akan mengeluarkan bunyi seperti Gong.



Read More
Unknown

Taman Nasional Baluran



Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, (sebelah utara Banyuwangi). Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu gunung Baluran. Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.
Taman Nasional Baluran adalah hamparan savana terluas di Pulau Jawa, membuat Anda yang berkunjung ke sini serasa berada di Afrika. Di Baluran Anda akan disajikan sungguhan alam menakjubkan ketika ratusan rusa berlarian menuju kubangan air, merak jantan melebarkan ekornya untuk menarik perhatian sang betina, puluhan kerbau yang besar sangat, belasan elang mencari makan, lutung dan makaka. Belum lagi pepohonan khas Baluran yang mirip pohon pinang dan berbuah sekali seumur hidup sebanyak 1 ton untuk kemudian mati. Pohon Pilang yang berbatang putih dan rimbun, bila Anda mengamatinya secara seksama maka mirip pohon di film “Avatar” serta pohon bekol yang rindang mirip beringin penuh dengan nuansa magis.
Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering masih kelihatan hijau walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering. Tumbuhan yang lain seperti kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp), asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).
Terdapat 26 jenis mamalia di antaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis rusa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus). Satwa banteng merupakan maskot khas dari Taman Nasional Baluran. Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung di antaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), tuwuk atau tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).
Terdapat 155 jenis burung langka antara lain Walet ekor jarum (Hirundapus caudutus), Banteng (Bos javanicus), Ajag (Cuon alpinus), Kijang (Muntiacus muntjak), Burung merak (Pavo muticus), Ayam hutan (Gallus sp.), Macan tutul (Felis pardus), Kucing bakau (Felis viverrina) dan lain-lain.




Read More

Kamis, 14 Februari 2013

Unknown

Upacara Kasada Bromo


Upacara Kasada bromo dilakukan oleh masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung Bromo Jawa Timur, mereka melakukan ritual ini untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera mantera.
Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 bulan Kasada Masyarakat tengger berbondong bondong dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun sepuh yang dihormati datang mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat dipoten lautan pasir gunung bromo.
kasdabromo Bagi masyarakat Tengger, peranan Dukun adalah sangat penting. Karena mereka bertugas memimpin acara – acara ritual, perkawinan dll. Sebelum lulus mereka diwajibkan lulus ujian dengan cara menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra. Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar.
Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo.

Read More
Unknown

Karapan sapi


karapanKarapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat music khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.
Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut.


Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi.

Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sd 2 detik saja. Karapan Sapi dimadura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini.



Read More